.

Ham Pagawak dan Yonas Kenelak Rayakan HUT ke 5 Kabupaten Mamberamo Tengah di Kelila

KELILA (MAMTENG) – Lima tahun sudah Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) berdiri. Dengan usia yang masih muda ini, ibarat anak masih perlu mendapat perhatian dan bimbingan serius dari orang tua. Di tahun kelima ini pula, kabupaten ini memiliki kepala daerah yang defenitif. Sebagai daerah yang masih muda, masih banyak yang harus dievaluasi dan diberi masukan positif untuk mengejar ketertinggalan.

21 Juni 2008, Kabupaten Mamberamo Tengah dibentuk melalui undang-undang No 3 tahun 2008 dan sebagai penjabat pertama David Pagawak. Di usia 5 tahun memang masih muda. Artinya pada usia muda jika salah membentuk dan maka akan berakibat gagalnya pertumbuhan dan perkembangan pemerintahan dan boleh disebut pemerintahan yang salah.

Oleh sebab itu, hari jadi ke-5 perlu mengevaluasi perilaku-perilaku kurang tepat, yang salah dibetulkan, yang keliru diluruskan sehingga  cita-cita pendiri dan penggagas kabupaten Mamteng dapat terwujud.

Bertempat di Distrik Kelila, Bupati Mamteng, Ham Pagawak, SH, M.Si, Wakil Bupati Yonas Kenelak S.Sos, bersama masyarakat merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-5 kabupaten Mamteng bersama masyarakat. Perayaan HUT disertai ibadah syukur dan bakar batu itu, dihadiri stakeholder dan tamu dalam suasana suka cita.

Di bawah ema, mewujudkan masyarakat Mamberamo Tengah yang maju, mandiri dan sejahtera di atas landasan cinta kasih dan subtema, dengan semangat HUT Mamberamo Tengah ke-5 kita wujudkan pembangunan menuju kesejahteraan masyarakat dengan kasih dalam wilayah Bogo menuju kabupaten yang maju, mandiri dan sejahtera, ibadah syukur berlangsung hikmat.

Apalagi dalam ibadah syukur tersebut, pemerintah menyerahkan 10 mobil operasional kepada 10 klasis yang ada di wilayah Mamteng sebagai perpuluhan bupati dan wakil bupati.

Di hadapan masyarakat, Bupati Ham mengajak masyarakat dan stakeholder bersama-sama memberi sumbangsih pikiran positif demi perkembangan pemerintahan Mamberamo Tengah. “Berhasil tidaknya pemerintahan ada di tangan kita bersama,” ujarnya.

Walaupun banyak problem, kata dia, pihaknya tetap bersyukur karena Mamteng masih mendapat tempat di hati pmerintah pusat maupun provinsi terutama pada saat pelaksanaan pemilukada boleh  dikata tidak terjadi konflik horizontal maupun vertical antara masyarakat pendukung kandidat dan sampai pada pelantikan kondisi daerah dan tahapan pemerintahan berjalan lancer, mulus dan sukses.

“Segala jerih payah hamba Tuhan yang diberikan kepada kita sudah dinikmati untuk mendorong berdirinya kabupaten ini. Namun yang luar biasa, hamba-hamba  Tuhan memohon berkat agar anak adat diberi hikmat,” kata Ham.

Karena itu, sebagai ungkapan syukur dan janji kepada Tuhan sebagai kader gereja, ia dan wakil bupati menyerahkan perpuluhan atas nama pemerintah Mamberamo Tengah untuk dipergunakan dalam pelayanan gereja.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tokoh-tokoh penggagas, tokoh-tokoh adat, perempuan, masyarakat, serta 3 penjabat bupati sebelumnya. Di samping perpuluhan hibah kendaraan roda empat, pihaknya juga akan membangun masing-masing kantor klasis di 10 distrik dan tahun anggaran ini direncanakan akan dibangun 3 klasis yaitu Klasis Kelila, Kobakma dan Iluga.

Ia mengemukakan, Kabupaten Mamberamo Tengah pada prinsip dan dasarnya membutuhkan masukan kerjasama dengan gereja karena kabupaten ini terbentuk dari usulan pimpinan Gereja GIDI wilayah Bogo. “Ini menjadi dasar. Menurut kami pemerintahan bisa berjalan kalau ada masukan atau kerjasama yang baik oleh gereja,” katanya.

Usia 5 tahun ada banyak hal yang dikerjakan. Selama 4 tahun disadarinya sampai saat ini belum berbuat banyak. Contoh kecil isolasi jalan belum terbuka. “Saya dan wakil bupati sepakat akan kerja kerja keras, agar jalan Wamena Iluga, Kelila-Kobakma harus terbuka. Pemerintahan akan berjalan sesuai apa yang diinginkan pemerintah dan masyarakat bila akses jalan ini terbuka, lanjutnya.

Disadarinya, pilkada yang berjalan kurang lebih 5 tahun kabupaten ini dianggap jalan tidak sesuai yang diharapkan pemerintah dan masyarakat sehingga pihaknya berupaya dengan kekuatan dan tenaga sebagai anak muda, akan bekerja keras untuk bagaimana daerah ini harus terbuka dan tidak lagi menggunakan pesawat.

Untuk itu, rencana kerja tahun pertama pihaknya telah menyusun program strategis dan prioritas yang mengacu pada visi dan misi 5 tahun ke depan. “Pembukaan isolasi jalan Ilu-Kobakma, Kelila-Kobakma, Kelila Yogobak, Kelila-Eragayam yang tujuannya antara lain mempermudah akses pelayanan pemerintahan, dan juga mempermudah interaksi antarkeluarga dan memperlancar transaksi pasar jual beli hasil pertanian seperti Kelila, Eragayam seperti Markisa, Jeruk, Nenas, dan lainnya diangkut dan dipasarkan di pasar kabupaten,” katanya.

Demikian pula hasil pertanian di Iluga seperti wortel dan kol dapat diangkut dengan mudah biaya, angkutan murah dan dapat dijangkau.

“Sampai saat ini kami masih memakai pesawat dari Jayapura-Kobakma dan ini cost sangat besar keluar dari APBD. Target dalam 1 tahun ini jalan harus dibuka sehingga dapat meringankan biaya APBD sehingga konsentrasi tidak di jalan lagi tetapi pembangunan yang lain,” imbuhnya.

Sekali carter pesawat Jayapura-Kobakma Rp 30 juta, kalau dari Wamena paling rendah Rp 16 juta. Kalau dalam 1 tahun 10 kali perjalanan Jayapura-Kobakma saja sudah Rp 300 juta. “Ini memberatkan dalam pembiayaan APBD sehingga target kami jalan Wamena-Kobakma tinggal 23 Km, akan berusaha dalam tahun ini di mana sudah melibatkan pengusaha dari Kobakma-Iluga, demikian pula dari Iluga menuju Kobakma ada 2 pengusaha yang kami siapkan.”

Harapan dalam tahun ini jalan terbuka dan juga dari Kobakma-Eragayam, Kobakma-Megambilis akan programkan sehingga tahun depan benar-benar bisa tidak menggunakan pesawat.

Lanjutnya, untuk alokasi APBD bagi pembangunan infrastruktur tahun ini totalnya Rp 150 Miliar di mana untuk jalan Rp 100 Miliar, pembangunan barak pegawai, pembangunan kantor sekitar Rp 50 Miliar dan khusus untuk listrik sekitar Rp 30 Miliar dan air bersih sekitar Rp 13 Miliar.

Ia tidak bisa memberikan target hari dan bulan tetapi sangat yakin sebelum Desember sudah terbuka.

Sedangkan sumber daya manusia (SDM) di Mamberamo Tengah katanya cukup, sekarang tergantung memasukkan ke Kobakma, di mana selama ini terkendala penerbangan dan fasilitas kantor, penginapan tempat tinggal yang terbatas, air, rumah, listrik. [PapuaPos| PapuaPos]
Bagikan ke Google Plus

0 comments:

Post a Comment