.

Bangun Sekolah Satu Atap di Lima Distrik Perbatasan, Yusuf Wally Perlu Rp 500 Miliar

ARSO (KEEROM) - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Keerom membutuhkan dana senilai Rp 200 Miliar untuk bangun sekolah satu atap  atau sekolah berpola asrama  tingkat  SD-SMP di 5 Distrik  terpencil, termasuk Distrik  yang berbatasan dengan Papua Nugini (PNG). Masing-masing  Distrik Arso Timur, Waris, Senggi, Web dan Towe.

Demikian disampaikan Bupati Keerom Yusuf Wally, SE,MM di Arso, Jumat (05/07/2013). Dikatakan Bupati, untuk membangun  seluruh fasilitasnya  asrama, ruang makan, ruang belajar, ruang dapur, rumah guru, aula, pusat olahraga, perpustakaan, laboratorium, Informasi Teknologi (IT), dan lain-lain.

“Jadi dia bisa telewicara dari  jarak jauh dengan murid. Jadi pada ruang itu murid akan dikumpul  pada jam tertentu. Lalu ada tenaga profesional akan berbicara dari Arso ke sekolah itu dan mereka duduk belajar lewat Televisi menggunakan IT,” ujar Bupati.

Karena itu, kata Bupati, pihaknya tengah mencari dana  sekitar  Rp  200 Miliar  baik di Departemen Pendidikan  dan Departemen lainnya termasuk Pemprov Papua dan DPRP  untuk  memberi bantuan  dukungan pendanaan.

Menurut dirinya, pihaknya telah membeli lahan diantara  Distrik Web dan Senggi memanfaatkan  APBD  2013, direncanakan tahun 2014 mendatang  sekolah satu atap sudah bisa menerima siswa baru.

Bupati Yusuf Wally menerangkan, sekolah satu atap ini menggunakan  kurikulum nasional dan  extra kurikuler, seperti  bengkel, beternak sapi,  berkebun, memperbaiki IT dan lain-lain. Dimana siswa-siswi  yang telah tamat bisa langsung bekerja.

Untuk tenaga pengajar, kata Bupati, pihaknya  bekerjasama dengan  Surya Institute Tangerang untuk mendidik tenaga pengajar lokal, terkait  pendidikan berpola asrama.

Kata Bupati, pihaknya juga menggandeng lembaga pendidikan Katolik di Arso untuk mengelola asrama dalam rangka membentuk karakter siswa-siswi. [BintangPapua| GambarPapua]
Bagikan ke Google Plus

0 comments:

Post a Comment